Peperangan Dan Huru Hara Dahsyat

Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwasanya Rasulullah pernah bersabda “ Takkan terjadi kiamat sehingga ada dua diantara keduanya demikian sengitnya, padahal pengakuan masing-masing sama, Dan tidak akan terjadi kiamat, sebelum dicabutnya ilmu, banyak terjadi gempa bumi, waktu begitu cepat, huru hara merajalela dan banyak terjadi kerusuhan yaitu pembnk0bbunuhan, HR,Ahmad.

Perang adalah simbol peradaban yang tidak pernah lepas dari kehidupan manusia. Ketika suatu kelompok merasa unggul atas kelompok sekitar, dia akan melancarkan agresi dan menunjukkam kekuatannya dengan menggelar pertempuran. Predikat menang dan kalah adalah inti dari segala bentuk peperangan.

Sebagaimana lazimnya peperangan terdahulu(perang dimasa kerajaan romawi perang dunia I, perang dunia II) pertempuran ini pun akan melibatkan dua kelompok adi daya yang memperebutkan suatu wilayah atau kepentingan yang sama. Di wilayah yang diperebutkan inilah perang terjadi. Inilah perang dahsyat yang menjadi salah satu tanda kiamat paling penting.

Dalam kitab-kitab suci perang ini disebut dengan Armageddon yang akan menciptakan kehancuran di semua tempat dan menciptakan kesengsaraan bagi semua bangsa, baik yang terlibat peperangan atau pun tidak.

Korban jiwa tidak lagi dihitung dalam bilangan puluhan ribu atau pun jutaan jiwa.

Nabi SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Mu’adz Ibn Jabal “kemunculan peperangan sengit yang berdarah-darah penaklukan konstantinopel dan penaklukan konstantinopel kemudian kemunculan Dajjal.” (HR. Abu Daud).

Dalam hadits tersebut Rasulullah SAW mengisyaratkan bahwa perang dahsyat ini terkait erat dengan penaklukan kembali konstantinopel, ibu kota kerajaan romawi timur dan kota Roma, Rasulullah meramalkan akan terjadi dua peperangan sengit begitu juga halnya dengan penaklukan konstantinopel yang akan terjadi dua kali.

Penaklukan pertama sudah terjadi pada masa sultan Ustmani , Muhammad Al-Fatih (tahun 1453 M) dan penaklukan yang kedua akan kembali terjadi menjelang hari kiamat.

Setelah bersabda demikian Rasulullah menepuk paha Muadz ibn jabal sambil berkata “ Ini sebuah kebenaran, persis seperti saat kamu duduk sekarang ini.” Menepuk paha semacam ini merupakan cara untuk mempertegas sebuah kenyataan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *